Ereksi Lemah Saat Aktivitas Seksual Suami Istri

Posted on 25 September 2009

0


Sesudah menikah, suami istri tidur bersama atau saat-saat tertentu bercumbu menuju koitus atau sanggama. Saat bercumbu misalnya berciuman dan seterusnya biasanya ereksi sudah keras. Ereksi berlangsung terus selama bercumbu. Bercumbu bisa berlangsung singkat misalnya lima menit lalu penetrasi ke vagina atau berlangsung cukup lama misalnya 30 menit atau 40 menit.

Ereksi akan keras terus dan biasanya sesudah sekitar 3 menit, ereksi akan turun sedikit untuk pergantian aliran darah dalam penis tetapi dalam waktu singkat akan kembali keras. Sesudah selesai bercumbu, penis akan dimasukkan ke vagina pasangan. Untuk itu ereksi harus keras dan kaku sehingga mampu menembus pintu vagina.

Pada permulaan pernikahan, vagina biasanya masih sempit atau masih kaku. Untuk itu diperlukan ereksi penis yang benar-benar keras sehingga mampu menembus. Sesudahnya penis akan ditarik dan didorong kembali sampai ejakulasi. Biasanya berlangsung paling sedikit sekitar 5 menit, tetapi pada pria yang lama ejakulasi bisa berlangsung 30 menit atau lebih. Ini memerlukan kekuatan ereksi yang bisa bertahan cukup lama. Akhirnya semen atau cairan sperma akan disemprotkan dan demikianlah akhir dari koitus.

Dalam waktu singkat sesudah ejakulasi, penis akan semakin lembek dan kembali kepada fase istirahat. Pada saat menjelang koitus (sanggama) sangat dibutuhkan keyakinan bahwa ereksi akan keras sampai koitus selesai.

Selanjutnya pada saat melakukannya, dibutuhkan pula ereksi yang keras untuk menembus vagina dan selanjutnya mempertahankan ereksi sampai ejakulasi. Setelah ejakulasi, berarti koitus telah lengkap. Bila fase-fase tersebut bisa dilalui dengan ereksi penis yang keras, maka pasangan suami clan istri itu akan merasa puas. Suami dan istri merasa yakin ereksi suami benar-benar normal.

Perasaan puas dan yakin normal akan membuat ereksi penis akan tetap normal untuk selanjutnya. Tetapi bila terjadi penurunan ereksi pada saat bercumbu, pada saat penetrasi ataupun pada saat melakukan koitus Maka koitus akan gagal dilakukan. Bila hal ini terjadi maka suami akan merasa kecewa dan benar-benar malu. Demikian juga istri akan kecewa. Ini penting karena tanpa ereksi yang keras dan kaku, aktivitas seks apapun tidak akan bisa dilakukan.

Begitu pentingnya koitus bagi suami istri dab begitu pentingnya ereksi penis yang keras. Kegagalan koitus akibat ereksi yang tidak cukup keras adalah patokan utama bahwa ereksi penis sudah gagal atau telah terjadi disfungsi ereksi.

Posted in: Marriage, Sex Article